Posts

BARAH

Image
Barah yang hadir menjengak Lelah yang halus mengasak Tanpa sedar mengatur corak Tanpa duga hancur membiak  Perlahan lahan ia berakar Tegar tular rakus menjalar  Gerak geri seakan tersekat Rongga nadi kelam tersiat  Meski rambut mu kian berguguran Tubuh lemah menanggung kesakitan Tetap gagah menentang segala cengkaman  Meski beribu tangisan yang kau sembunyikan Pahit sengsara derita yang terpaksa kau telan Tetap sebuah senyuman yang kau pamerkan  Sungguh kau insan hebat yang diuji tuhan Tetaplah berdiri dengan segunung harapan  Andai terasa mahu rebah berjuang Yakinlah masih ada ruang dan peluang  Semoga terus kuat jalani takdir Percayalah seksa ini akan berakhir

SIA

Image
Berselindung disebalik jubah Bait kata tak seindah akhlak didedah  Populariti mekar dalam mawar beracun Membunuh jiwa suci hakikat mainan digerun  Penipuan takkan tertutup selamanya  Kebenaran pasti terbuka dihujungnya  Kau ada nama ? Kau pendakwah agama ? Kau yakin kau akan dibela ?  Jangan terlalu selesa  Terasa diri paling mulia Mendongak bagai tiada dosa  Kembali pada agama Berserah pada tuhan sang pencipta  Kita semua adalah sama Tiada manusia yang sempurna  Selagi masih ada masa Usaha sebaiknya  Jangan kau persia Sebelum kau dipersia Menjadi manusia sia sia

KECEWA

Image
Petunjuk tak terlangkau Jawapan tak terjangkau  Kecewa Aku kecewa  Saat kau beri harapan terindah Saat kau sarung topeng di wajah  Mencari jalan murka Bersembunyi disebalik kata  Hingga senja sugul mencela  Wahana naluri batil terleka  Kecewa Masih kecewa  Saat kau warna langit cerah Saat kau lakar seni berdarah  Merekah perenggan dusta Melangkah hasutan tak berkarya  Hingga konotasi mendengus firasat Duka lara geruh goyah menghapus keringat  Kecewa Tetap kecewa  Saat kau mengimpi kebebasan taman Saat kau melampaui batasan tuhan  Menggoncang kamar murni Mengganyang samar kondisi  Hingga jumantara nafsu dibumbui stigma Celaru kalbu sasau rebeh disirami bahana  Sungguh aku kecewa Terlalu kecewa

PURA

Image
Hanya mampu melihat Tanpa mengungkap kata Kau dan dia semakin terikat Sedang aku tersisih menahan luka Tapi tidak mengapa Aku sudah terbiasa  Berpura pura bahagia Menutup segala derita

LELAH

Image
Harini ada hati yang sudah lelah Lelah dengan segala macam helah Berharap dan terus berharap Berharap agar suatu hari nanti Mampu untuk tidak terus berharap Mungkin hati ini bakal mati Mati dalam penantian ilusi Jika benar tidak sudi Biarkan aku bertindak pergi

EMBEK

Image
Aku disini bukan untuk bertikam lembing Hanya kerana embekkan sekawan kambing Tuding menuding Saling berpaling Ada yang terguling Ada yang melenting Saat ditanding Saat dibanding Ayat sudah disusun ginding Tajam lagi jelingan si mata juling Otak masih mereng Akal tetap senteng Teruskanlah terasing di dalam jejaring Bersama kambing kambing disamping

BARA

Image
Sering ku tertanya saat sepi menyuluh rasa Mengapa masih ku merelakan diri ini terseksa Membenarkan harapan yang kian menyala Terang bagai tiada lagi gelap yang menyapa  Sedang kelemahan ku kau jadikan arang  Untuk dibakar sebagai peluang Hingga bahangnya membuka ruang Agar maraknya alasan untuk aku dibuang  Kini tidak mahu lagi aku meluah Mengarang bagai tiada arah Jika yang ku terima hanya ludah Lebih baik aku menyerah  Mungkin sudah tiba masanya  untuk bara ini aku matikan  Lupus bersama angin yang menghembus Hapus bersama debu yang mengambus  Moga suatu hari nanti ada sinar yang lebih cerah Cerahnya mampu menjadi yang terindah Indahnya bukan lagi sekadar menyinggah

TAJAM

Image
Kontroversi dalam interaksi Introduksi sangsi tiada solusi Konklusi reaksi penuh emosi Refleksi diri membunuh ekspresi Rakus dalam pertuturan Tajam lidah berjuntaian Gagah merobek kediaman Halus menikam kedamaian Sampah dalam berborak Langkah tiada corak Dasar antagonis Sasar protagonis Pengikut iblis Perangai komunis  Pangkat koperal Bangsat kolonel Gadai kemesraan Tuai keretakan Usai keamanan Sadai kehancuran Kita manusia bukan mergastua Berhenti memburu dalam berkata Bersama menghias warna warni buana Saling bersatu memartabat budi bahasa

RINDU

Image
Bersama angin aku tiupkan Pelukan dingin jadi sapaan Bersama awan aku gumpalkan Tusukan kalbu yang tidak lagi tertahan Hembusan sayu mengimbau kenangan Bisikan bayu menjadi lambaian Kuntuman memori memberi senyuman Guguran daun meratapi pemergian Kau yang sudah lama tersemat Jauh dilubuk yang terhormat Nama mu tetap jelas terpahat Dalam iringan doa rahmat Biar jiwa meronta digilis Biar raga derita dihiris Selagi kudrat masih tersisa Perjuangan ini takkan ku cela Kau yang pernah hadir Menyelubungi setiap pepasir Membuatku sukar untuk mengusir Rasa yang takkan pernah berakhir Terima kasih tuhan yang menciptakan Kau datangkan dia sebagai pinjaman Buat mu yang ku rindu selamanya Semoga kita dipertemukan semula

DENDAM

Image
Tamparan emosi jijik bernanah Buat kau lupa asalnya kau dari tanah Ludahan ego hina bersumpah Buat kau terperangkap dalam nafsu amarah Hasutan makhluk bertanduk durjana Mengheret kau mengikut jejak neraka Ada apa dengan dendam ? Hanya sengsara derita yang tersulam Mengapa perlu berdendam ? Sedang hidup sekalipun tidak akan tenteram Turun segera dari bukit yang curam Tinggalkan likuan tajam yang mencengkam Jangan dibiar dendam terus berakar Menjerut kau dengan kasar Kelak kau akan tersasar Terjerat dalam belukar Sedarlah dari lamunan kebencian Bangkitlah dengan penuh kesabaran Jangan diturut lagi bisikan syaitan Ikhlaskan hati bermaafan-maafan Perbaiki diri perbaharui iman mu Sesungguhnya tuhan bersama mu

PENDAM

Image
Bumi terus berputar Sedang aku terus tercalar Pagi bagai tiada erti Hidup bagai dibuai mimpi Malam suram ditikam sepi Mati dicincang pedihnya realiti Kayuhan demi kayuhan aku lakukan Panahan demi panahan aku rasakan Dalam diam aku pendam Pahit manis aku telan Dalam sakit aku genggam Susah senang aku jalan Yang dulunya gah disanjung Diangkat setinggi gunung Kini tidak lagi dipandang Apalagi diberi peluang Semakin dalam aku selam Semakin sesak aku diterkam Kerah selagi mampu Rebah bukan yang aku mahu Hanya tangisan menjadi peneman Hingga hilang segala taruhan Hanya persoalan menjadi keluhan Hingga terbang segala harapan Biarkan aku disini Membalut luka sendiri Berpaut pada takdir ilahi Sampai waktunya untuk kembali